Selasa, 22 Desember 2015

INSPIRASI DARI COKELAT DI KAMPUNG COKLAT

Apa yang kita bayangkan ketika kita mendengar satu kata bernama coklat? Pasti yang terlintas adalah sesuatu yang manis, berwarna coklat, harganya mahal dan sesuatu yang dapat kita gunakan sebagai kado atau tanda cinta di hari valentine. Saya sendiri, sangat menyukai coklat. Terlebih lagi, saat ini banyak macam olahan makanan yang terbuat dari benda satu ini. Ada pop corn coklat, jus coklat, pisang coklat, kue coklat, es cream coklat, selai coklat dan lain-lain. Ternyata banyak sekali kegunaan dan manfaat dari coklat, ya? Seperti apa yang di ulas oleh Bapak Abdul Azis dalam sebuah acara di Kampung Coklat,  dengan alamat, Banteng – Blorok No.18. Rt. 01/ 06. Desa Plosorejo. Kademangan, Blitar.

Dalam kesempatan temu wicara bersama  warga Desa Ngepoh, Kecamatan  Tulungagung, yang diprakarsai oleh IAIN Tulungagung dalam acara Visit Site Kelompok Tanai, beliau membahas tentang budidaya, pengolahan dan potensi apa saja yang bisa di kembangkan dari tanaman coklat ini. Sang pembicara, Pak Azis -begitu beliau biasa di sapa- membuka wawasan   kepada para hadirin untuk lebih mengenal coklat agar dapat di manfaatkan dengan maksimal. Misal: memanfaatkan kulit  buah kakao sebagai bahan dasar sabun.

Melihat bermacam barang yang di jual di Kampung Coklat, Pak Azis memberikan pandangan produk baru dengan memanfaatkan limbah kulit buah kakao atau coklat yang biasanya hanya berguna sebagai pakan ternak. Kini kulit coklat juga bisa di proses dan di olah menjadi sabun coklat yang sangat bermanfaat untuk kecantikan. Bila menginginkan variasi aroma sabun yang lebih beragam, bisa ditambahkan dengan susu atau madu. Nah, dari bahan itu, kita dapat memproduksi sebuah sabun susu coklat atau sabun madu coklat yang pemasarannya, bisa di jual di Wisata Edukasi Kampung  Coklat yang setiap minggunya, ramai dipadati oleh para pengunjung.

Para peserta yang umumnya adalah petani kakao, tampak antusias dalam mengikuti acara. Hal ini disampaikan oleh Ibu Chusnul Chotimah, sekertaris LP2M IAIN Tulungagung. Beliau mengatakan bahwa dengan adanya acara ini, para petani menjadi bertambah wawasan dan kelak, bisa memproduksi barang yang akan di pasarkan langsung di Kampung Coklat.

Sebelum ini, Desa Ngepoh adalah pusat tanaman kakao. Namun, karena harganya rendah da nada tanaman lain yang lebih prospektif, maka para petani beralih ke tanaman cengkeh. Mereka tidak mengerti jaringan sehingga harga kakao bisa dipermainakan para tengkulak.

Sebagai informasi, bahwa IAIN Tulungagung memiliki Tri Darma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, setiap Dosen harus melakukan Tri Dharma tersebut. Dalam pendidikan, Dosen memberi pelajaran atau kuliah. Demikian juga Dosen wajib mengadakan penelitian dalam tiap tahunnya. Hal ini untuk menjembatani supaya perguruan tinggi bukan seperti menara gading yang berdiri kokoh namun terpisah dari masyarakat. IAIN adalah milik  masyarakat karena para Dosen dan lulusannya, mengaplikasikan ilmunya di masyarakat.

Dalam acara itu juga, Pak Azis mengajak para peserta untuk lebih kreatif dalam mencari peluang usaha. Kita tidak harus mencontoh kesuksesan Pak Khalik, sang pendiri  Kampung Coklat. Namun, beliau menginginkan agar kita dapat menggali potensi diri dan melihat segala peluang usaha di sekitar kita dengan memanfaatkan bahan-bahan murah meriah yang ada. Seperti apa yang barusaja dilakukan oleh tim beliau dalam mengolah dan memproduksi teh RAJA. Penasaran dengan apa itu teh RAJA?

Teh RAJA adalah teh Rambut Jagung. Sesuai dengan namanya, teh RAJA memang berbahan dasar rambut jagung yang ternyata, banyak sekali manfaatnya antara lain: baik untuk penderita diabetes, menurunkan tekanan darah tinggi, meluruhkan batu ginjal, mencegah resiko infeksi saluran kantung kemih dan banyak lagi. Tentunya, produksi teh RAJA atau Rambut Jagung ini adalah terobosan baru untuk dijadikan lahan usaha bagi para pengusaha. Luar biasa, bukan?

Dalam ceramahnya, Pak Azis mewanti-wanti agar kita, penduduk Indonesia yang hidup di atas tanah dengan keindahan alam, subur, dan iklim yang memadai untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan usaha di segala bidang. Beliau mendorong kita untuk aktif kreatif dalam mencari mata usaha agar kedepannya, tidak ada tenaga kerja kita yang merantau ke luar negeri. Karena, bila banyak pekerja kita yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang meninggalkan anak dan suaminya untuk merantau, maka hubungan keluarga yang sudah terjalin dengan baik akan rentan masalah bahkan berakibat pada perceraian.  Bila keluarga Indonesia banyak yang tercerai berai, maka keutuhan NKRI juga akan terancam. Sebab, keutuhan sebuah Negara dimulai dari keutuhan rumah tangga. Hmm.. sungguh nasehat yang mengharukan sekali!

Pak Azis berharap, bila kita dapat meningkatkan dan menciptakan lapangan kerja yang cukup di negeri sendiri, maka jumlah TKI Indonesia akan semakin mengecil. Melalui kesempatan ini, Pak Azis juga menyalurkan semangat wirausaha. Agar setiap warga Negara Indonesia memiliki mental Big Boss dan bukan mental babu. Karenanya kita harus saling bantu dan bahu membahu dalam membangun Negara kita yang penuh dengan sumber daya alam maupun manusianya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar