Saat tiba di pekarangan rumahnya, aku di sambut oleh
salah satu karyawan CV Anisa Jaya. “Ibu sedang pergi,” katanya. Dan kami sempat
ngobrol sebentar di ruang tamu rumah Ibu Anisa. “Bagaimana kalau Ibu langsung
saja ke belakang untuk melihat proses produksi?” aku mengiyakan dan segera
bergegas membawa motorku ke belakang. Namun, beberapa detik kemudian, sosok
yang kami tunggu akhirnya pulang. Di hadapanku, telah berdiri seorang perempuan
berjilbab biru dengan senyum manis menyambut untuk berjabat tangan.
Kami berjalan beriringan ke belakang rumah yang
menjadi tempat produksi aneka dodol buah dan keripik yang di produksi oleh CV
Anisa Jaya. Beliau mempersilahkan aku untuk mengambil beberapa gambar, kemudian
kami duduk di ruang kerja untuk berbincang tentang berbagai hal.
“Pada dasarnya, seorang pengusaha memang harus
memiliki semangat dan tenaga ganda!” katanya padaku dengan nada lembut. Ibu dua
anak ini memang seorang perempuan yang lembut pembawaanya. Dengan rinci, beliau
menceritakan kisah perjalanan hidup di masa lalu. Dari mulai saat suaminya
merantau menjadi TKI Korea, sehingga mereka berkesempatan untuk membukan usaha
pertama yaitu toko pertanian.
Akan selalu ada hal yang kita rencanakan namun jua
rencana tak selalu sejalan dengan kenyataan. Toko pertanian yang mereka punya pun
gulung tikar. Tak menyerah dengan keadaan, mereka membuat budidaya burung
puyuh. Namun justru itu yang membawa mereka
berada pada titik bangkrut yang terparah. “Bahkan satu sepeda motor kami
ikut terjual,” tuturnya.
Lalu bagaimana beliau memulai usaha aneka jajanan
yang sudah berdiri sejak tahun 2010 hingga saat ini? Sebuah usaha yang masih
tergolong baru namun sudah memiliki 15 karyawan dengan omset hingga puluhan
juta rupiah setiap bulan. Awalnya hanya coba-coba resep dari bahan baku yang
melimpah di desanya yaitu belimbing. Daripada hanya digunakan sebagai pakan
ternak, Ibu Anisa mengolahnya menjadi dodol belimbing. Merasa kurang puas
dengan hasil eksperimenya, beliau mengundang pelatih, belajar dari internet
hingga mengikuti berbagai pelatihan membuat dodol yang diadakan oleh
Disperindag dan Koprasi. Sampai beliau mendapatkan rasa dodol yang pas menurut
selera, dan resep itulah yang digunakan hingga sekarang. Alhasil, segala
usahanya berkembang pesat hingga dapat memberdayakan tenaga kerja di sekitar.
Juga mengolah bahan baku yang melimpah menjadi sebuah produk yang tinggi nilai
jualnya.
Apakah selama perjalan bisnis ini beliau tak
menemukan berbagai halangan? Tentu saja ada. Segala rintangan baik yang berupa persaingan
secara nyata atau dan secara mistis pun berlaku di dunia usaha. Percaya atau
tidak, inilah fakta. Namun dengan berbekal keteguhan tekat dan iman kepada
Allah SWT, perusahaan Anisa Jaya dapat bertahan dari kemelut dan masalah yang
ada.
Ada pesan yang disampaikan oleh beliau kepada para
pelaku UKM yang hendak atau sedang merintis usaha. Yaitu: sabar, ulet, telaten
dan terus berinovasi. Beliau juga menyarankan agar kita senantiasa menjalin
silaturahmi yang baik kepada para pelaku UKM lain dan aktif mencari informasi
terkini. Aktif dalam mensosialisasikan produknya baik lewat media sosial, radio
atau mengikuti pameran. Adapun cara untuk memelihara pelanggan adalah dengan
mempertahankan kualitas dan rasa. Karena persaingan semakin ketat, maka area
kepercayaan yang sudah terjalin harus dijaga agar tak ada yang kecewa bahkan
merasa dirugikan.
Di sela kami berbincang, Bu Anisa juga
mempersilahkan aku untuk mencicipi produk terbaru mereka yaitu kripik pisang
rasa usus. Hmm.. penasaran dengan rasanya? Sedikit gambaran, rasa keripik
pisang rasa usus itu sangat renyah dengan rasa yang pas alias tidak keasinan. Gurihnya
terasa banget juga tidak bikin sakit tenggorokan karena Ibu Anisa bilang,
beliau selalu memakai minya berkualitas bukan minya curah yang di jual bebas di
pasaran. Nah, barangkali ada diantara teman-teman yang mau memesan aneka produk
Anisa Jaya, dapat menghubungi Ibu Anisa di nomor telephon 081515609557.
Oh iya teman-teman, Bu Anisa juga memproduksi kripik
tape loh. Penasaran kan seperti apa rasanya? So, buruan SMS atau datang
langsung ke rumah beliau, bisa sekedar untuk belajar berwira usaha atau belanja
aneka kue untuk lebaran. See ya.. J
Wiiih jadi pingin ke sana buat incip-incip. :D
BalasHapusAyuk Nis.. Nanti tak jemput
HapusAyuk Nis.. Nanti tak jemput
Hapus