Selasa, 31 Mei 2016

MENGENAL SOSOK ANISA RAHMAWATI DAN PRODUKNYA




Saat tiba di pekarangan rumahnya, aku di sambut oleh salah satu karyawan CV Anisa Jaya. “Ibu sedang pergi,” katanya. Dan kami sempat ngobrol sebentar di ruang tamu rumah Ibu Anisa. “Bagaimana kalau Ibu langsung saja ke belakang untuk melihat proses produksi?” aku mengiyakan dan segera bergegas membawa motorku ke belakang. Namun, beberapa detik kemudian, sosok yang kami tunggu akhirnya pulang. Di hadapanku, telah berdiri seorang perempuan berjilbab biru dengan senyum manis menyambut untuk berjabat tangan. 

Kami berjalan beriringan ke belakang rumah yang menjadi tempat produksi aneka dodol buah dan keripik yang di produksi oleh CV Anisa Jaya. Beliau mempersilahkan aku untuk mengambil beberapa gambar, kemudian kami duduk di ruang kerja untuk berbincang tentang berbagai hal.
“Pada dasarnya, seorang pengusaha memang harus memiliki semangat dan tenaga ganda!” katanya padaku dengan nada lembut. Ibu dua anak ini memang seorang perempuan yang lembut pembawaanya. Dengan rinci, beliau menceritakan kisah perjalanan hidup di masa lalu. Dari mulai saat suaminya merantau menjadi TKI Korea, sehingga mereka berkesempatan untuk membukan usaha pertama yaitu toko pertanian. 

Akan selalu ada hal yang kita rencanakan namun jua rencana tak selalu sejalan dengan kenyataan. Toko pertanian yang mereka punya pun gulung tikar. Tak menyerah dengan keadaan, mereka membuat budidaya burung puyuh. Namun justru itu yang membawa mereka  berada pada titik bangkrut yang terparah. “Bahkan satu sepeda motor kami ikut terjual,” tuturnya. 

Lalu bagaimana beliau memulai usaha aneka jajanan yang sudah berdiri sejak tahun 2010 hingga saat ini? Sebuah usaha yang masih tergolong baru namun sudah memiliki 15 karyawan dengan omset hingga puluhan juta rupiah setiap bulan. Awalnya hanya coba-coba resep dari bahan baku yang melimpah di desanya yaitu belimbing. Daripada hanya digunakan sebagai pakan ternak, Ibu Anisa mengolahnya menjadi dodol belimbing. Merasa kurang puas dengan hasil eksperimenya, beliau mengundang pelatih, belajar dari internet hingga mengikuti berbagai pelatihan membuat dodol yang diadakan oleh Disperindag dan Koprasi. Sampai beliau mendapatkan rasa dodol yang pas menurut selera, dan resep itulah yang digunakan hingga sekarang. Alhasil, segala usahanya berkembang pesat hingga dapat memberdayakan tenaga kerja di sekitar. Juga mengolah bahan baku yang melimpah menjadi sebuah produk yang tinggi nilai jualnya.



Apakah selama perjalan bisnis ini beliau tak menemukan berbagai halangan? Tentu saja ada. Segala rintangan baik yang berupa persaingan secara nyata atau dan secara mistis pun berlaku di dunia usaha. Percaya atau tidak, inilah fakta. Namun dengan berbekal keteguhan tekat dan iman kepada Allah SWT, perusahaan Anisa Jaya dapat bertahan dari kemelut dan masalah yang ada. 

Ada pesan yang disampaikan oleh beliau kepada para pelaku UKM yang hendak atau sedang merintis usaha. Yaitu: sabar, ulet, telaten dan terus berinovasi. Beliau juga menyarankan agar kita senantiasa menjalin silaturahmi yang baik kepada para pelaku UKM lain dan aktif mencari informasi terkini. Aktif dalam mensosialisasikan produknya baik lewat media sosial, radio atau mengikuti pameran. Adapun cara untuk memelihara pelanggan adalah dengan mempertahankan kualitas dan rasa. Karena persaingan semakin ketat, maka area kepercayaan yang sudah terjalin harus dijaga agar tak ada yang kecewa bahkan merasa dirugikan.  

Di sela kami berbincang, Bu Anisa juga mempersilahkan aku untuk mencicipi produk terbaru mereka yaitu kripik pisang rasa usus. Hmm.. penasaran dengan rasanya? Sedikit gambaran, rasa keripik pisang rasa usus itu sangat renyah dengan rasa yang pas alias tidak keasinan. Gurihnya terasa banget juga tidak bikin sakit tenggorokan karena Ibu Anisa bilang, beliau selalu memakai minya berkualitas bukan minya curah yang di jual bebas di pasaran. Nah, barangkali ada diantara teman-teman yang mau memesan aneka produk Anisa Jaya, dapat menghubungi Ibu Anisa di nomor telephon 081515609557.

Oh iya teman-teman, Bu Anisa juga memproduksi kripik tape loh. Penasaran kan seperti apa rasanya? So, buruan SMS atau datang langsung ke rumah beliau, bisa sekedar untuk belajar berwira usaha atau belanja aneka kue untuk lebaran. See ya.. J

3 komentar: