Kemeriahan acara tujuh belasan yang diselenggarakan pada
setiap bulan Agustus masih tampak mewarnai kota Blitar. Di beberapa tempat,
dari ruang lingkup RT sampai setingkat Kotamadya dan Kabupaten masih
berlomba-lomba untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 71.
Panggung-panggung sederhana didirikan, sebagai tempat main
grup orgen tunggal dengan penyanyi warga sekitar yang memiliki bakat terpendam.
Jadi, tidak hanya memeriahkan acara kemerdekaan namun acara ini juga sebagai
ajang uji bakat dan kemampuan untuk bergaya di atas panggung.
Penampilan penari dan penyanyi cilik yang lincah dan membuat
haru para orang tuanya, menjadi acara yang selalu ditunggu-tunggu seluruh warga
Indonesia, Blitar khususnya. Karena dalam acara ini, mereka dapat menampilkan
kebolehan putra putrinya dalam berolah vokal pun tari dengan tanpa biaya.
Pada hari Minggu 28 Agustus, di penghujung bulan penuh
berkah bagi Indonesia ini, kota Blitar mengadakan acara tahunan yaitu karnaval.
Acara yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat dari seluruh pelosok daerah
di Blitar, menjadi sebuah tanda bahwa Blitar adalah kota sayuk, rukun dan masih
menjaga semangat kebersamaan serta nasionalisme. Bukan hanya di tingkat kota
dan kabupaten, bahkan di daerah-daerah seperti Serang, misalnya. Mereka
mengadakan acara serupa yang bertajuk Serang Carnival 2016, diisi dengan pawai
untuk mempertontonkan berbagai potensi daerah dan pameran hasil bumi. Ini wujud
dari keberlimpahan daerah yang semangat, gemah ripah lohjinawi.
Berbagai atraksi seperti tarian warok, peran Anoman dan
Tunggul ametung juga dipilih sebagai sarana edukasi kepada generasi muda guna
mengenal tokoh-tokoh budaya Indonesia. Para penari yang terdiri dari pemuda
desa setempat, menggunakan bahan daur ulang untuk membuat baju-baju sebagai
busana pawai seperti bekas bungkus kopi saset, sabun dan sebagainya.
Kreativitas anak negeri diuji dalam membuat berbagai patung dan ogoh-ogoh untuk
di arak sepanjang jalan. Dan Blitar pun berpesta dengan penuh keceriaan.
Banyak hal yang bisa kita petik dari berbagai kegiatan yang
diadakan oleh pemerintah kota dan daerah ini. Adalah untuk menyalakan kembali
semangat kebersamaan dan gotong royong atas dasar Pancasila. Bahwa Indonesia
adalah negara dengan keragaman budaya juga kemerdekaan Indonesia didapat dengan
cara bergotongroyong, saling membantu dan mengobarkan semangat para pembela
bangsa. Indonesia adalah negara kesatuan yang tak dapat terpecah belah oleh
berbagai isu agama dan sara. Indonesia adalah bangsa besar yang berbudaya
dengan berjuta suku bangsa. Maka, dengan adanya berbagai pesta rakyat yang
meriah dan dapat diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, diharapkan agar
semangat membangun dan gotong royong itu tetap terjalin erat. Bahu membahu,
demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur. Hiduplah, Indonesia raya!(*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar