Minggu, 09 Februari 2014

GARA-GARA ZAMAN EDAN

GARA-GARA ZAMAN EDAN

Sebagai seorang warga Negara yang terpisah jauh dengan Ibu Pertiwi selama bertahun-tahun lamanya, jujur saya kecewa! Kecewa pada system pemerintahan di Negara saya. Kenapa saya bisa kecewa? Karena dengan merantau ke berbagai Negara belahan dunia, dimana mereka yang tak pernah mengirimkan warganya untuk menjadi Domestik Helper, sejujurnya saya sangat iri.

Mungkin saya awam dalam hal politik dan kekuasaan, tapi saya bisa melihat dan merasakan sebuah perbedaan. Bagaimana mungkin Negara besar seperti Indonesia yang gemah ripah loh jinawi,mempunyai sumberdaya alam dan manusia yang melimpah ruah, juga tanah yang subur makmur sehingga tanaman apapun dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurnan diatasnya. Namun faktanya, saya menemukan banyak sekali kemiskinan, kelaparan, jejnjang sosial yang cukup dalam dan lebih parah lagi adalah KEBODOHAN. Dalam hati saya berkata, “Ini bahaya! Bahaya duabelas!” satu hal yang tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Dan harus ada perubahan serta perubahan yang menyeluruh agar Indonesia dapatmenyusul segala ketinggalan, bangkit dari keterpurukan dan segera dapat meraih KEMERDEKAAN dalam arti yang sebenar-benarnya.

Mungkin proklamasi telah di kumandangkan pada tahun 1945 silam. Namun selama Negara besar seperti Indonesia telah kehilangan gaungnya, telah terpotong taringnya dan selama pemerintah masih terus mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri tapi bukan sebagai tenaga professional, melainkan sebagai buruh rendahan yang notabene sama dengan menundukkan kepala atas perintah ujung jari Negara yang beruang, saya kira Indonesia belum merdeka. 

Sebagai seorang TKI, saya tau benar bagaimana rasanya di diskriminasi. Dianggap rendah, bodoh dan kotoroleh orang-orang berdasi. Parahnya lagi, bukan hanya di luar negeri kami diperlakukan demikian, di dalam negeripun kami mendapatkan ketidak adilan oleh system pemerintahan yang terkesan hanya mau menerima devisa yang kami kirimkan setiap bulan. Namun kami di cekik dengan berbagai  aturan yang tak masuk akial, missal: potongan gaji yang terlampau tinggi. Belum lagi saat saya menerima kabar tentang teman kami,(saya lebih suka menyebutnya sebagai pahlawan keluarga) dimana mereka harus rela ditembaki, di hukum pancung, di hukum cambuk dan sebagainya. Saya sangat tersakiti. Sementara disana, dibelahan Bumi Pertiwi, para wakil rakyat sibuk berpesta demokrasi. Demokrasi yang seperti apa? Demokrasi yang bagaimana? Kalau ujung-ujungnya hanya memperebutkat kursi jabatan dengan tujuan memudahkan proses korupsi dan memiskinkan Negara tercinta Indonesia.

Saya sering geram dibuatnya. Saya marah, namun juga tak tau harus berbuat apa. Apalagi sebagai seorang ibu yang harus berjuang dalam menopang kebutuhan keluarga, saya harus rela terpisah dengan anak saya. Yang itu berarti, putra saya terkasih telah kehilangan kasih sayang seorang bunda yang seharusnya ada untukmendidik dan mengantarkannya kedepan pintu gerbang kesuksesan. Karena mereka, putra putri bangsa Indonesia, adalah tunas-tunas yang harus terus dipupuk untuk menjadi pribadi tangguh dan bertanggung jawab terhadan bangsa dan negaranya. Tahan godaan dari iming-iming kenikmatan zaman edan, sehingga mereka terjebak, terjerumus masuk kedalam lembah kesesatan yang akan menghancurkan masa depan mereka. Saya menyebutnya sebagai penjajahan modern. Bila mengingat akan hal ini, sungguh saya merasa telah gagal dalammengemban tugas dan amanat dari Tuhan Yang Maha Esa atas titipan nyawa yang pernah menghuni Rahim saya Sembilan bulan lamanya.

Gara-gara zaman edan, ini semua harus terjadi. Zaman yang membutakan mata hati para pemimpin negeri untuk lebih mencintai rakyatnya sendiri. Tapisetelah saya membaca buku GARA-GARA INDONESIA buah karya Pak Agung Pribadi, atas rekomendasi seorang teman, berangsur-angsur kegeraman, kebencian dan kekecewaan saya terhadap system di Indonesia sedikit terobati. Setelah membaca buku ini, semangat saya meletup-letup. Seperti pijar nyala api yang kembali mengahngatkan hati nurani untuk kembali mencintai Indonesia. Betapa sebenarnya Indonesia tak pernah bersalah dengan apa yang telah menimpa saya. Iondonesia hanya korban keserakahan segelintir manusia yang larut dalam gonjang ganjing zaman edan. Namun Indonesia tetaplah Indonesia yang adijaya. Dari sanalah, Amerika kalah perang di Vietnam. Napoleon kalah perang di Eropa.

Dan gara-gara Indinesia juga, kolonialis kehilangan puluhan Negara jajahan.  Kalau tidak ada Negara Indonesia, mungkin Amerika tidak ditemukan Colombus, mungkin malaria lebih akan mematikan, juga mungkin dunia tidak sedamai sekarang. Cuma di Indonesia juga, Kubilai Khan di pecundangi dan diperdaya. Cuma Indonesia yang mengalahkan Sekutu setelah Perang Dunia II. Dan Cuma Indonesia yang bisa membuat tandingan PBB.

Pak Agung Pribadi telah membuka mata saya. Sebagai seorang historivator pertama di Indonesia, beliau telah berhasil merubah pola pikir saya tentang Indonesia. Dan seketika itupula saya merasa bahwa buku ini adalah bacaan wajib bagi seluruh pekerja migran Indonesia yang tentunya, mereka juga merasakan hal yang samaseperti apa yang saya rasakan, yaitu kecewa. Kecewa kepada pemerintahan yang tak pernah adil kepada masyarakat kelas bawah.


Untuk itulah saya berinisiatif mengulak buku ini beberapa exemplar. Saya pesan kusus dengan tandatangan penulis dan saya kirim ke Hongkong sebagai buku bacaan wajib bagi teman-teman saya sesama Buruh Migran Indonesia. Alhamdulillah, tanggapan teman-teman di sini sangat positif. Dengan harga hanya 42.000 saja, tapi ilmu yang kita dapat dari sana, juga pengetahuan yang sebelumnya tak pernah diajarkan oleh sekolah kami dahulu, kini dapat kami ketahui dengan membaca buku yang ditulis dengan Bahasa yang mudah dan ringan sehingga tak sulit untuk dipahami dan dimengerti bahkan oleh setiap orang dari berbagai kalangan. Sungguh saya mengucap terimakasih yang ak terhingga kepada teman sekaligus Pak Agung Pribadi yang telah berbagi ilmu dan mengembalikan semangat untuk kembali mencintai Indonesia, disaat kepercayaan ini mulai luntur oleh tipu daya zaman edan. 

4 komentar:

  1. menambah wawasan : VIDEO Ustad Yusuf Mansur silahkan klik : www.uyunpay.com - matikan musik : geser kursor ke sisi kanan atas lalu klik tanda “play/stop”.

    Ustad Yusuf Mansur memberikan peluang : “BERSAMA KITA MEMBELI INDONESIA KEMBALI”
    banyak usaha / bisnis yang dapat dilakukan di rumah dan sangat sangat menguntungkan.

    LANGKAH 1  setelah klik http://www.grupvsi.com/?reff=uyunpay lalu klik START, untuk masuk ke halaman pendaftaran VSI – tarik terus ke bawah seraya mempelajari, lalu klik : “TAKE ACTION GET STARTED NOW” isi data data yang benar : nama & alamat lengkap, alamat e-mail & nomor handphone aktif dan valid, lalu klik : OK, Saya Daftar Sekarang.

    periksa konfirmasi di e-mail yang didaftarkan : INBOX (jika tidak ada periksa di SPAM – pindahkan ke inbox agar tidak masuk ke spam lagi) atau konfirmasi via SMS pada handphone yang didaftarkan. Ikuti perintah konfirmasi dari perusahaan tersebut, selanjutnya menjadi FREE MEMBER.

    jangan lupa catat dan simpan semua data data yang diterima agar kemudian hari dapat lancar dan mudah untuk log in dan semua aktifitas di VSI, antara lain; nomor ID Mitra, PIN, user name, password, tanggal terdaftar, url (web free member, web replika dan web support) dan data lainnya.
    setelah menjadi FREE MEMBER, secepatnya daftarkan menjadi ANGGOTA AKTIF agar dapat cepat meraih berbagai keuntungan dan pendapatan.

    kami siap bantu dan kerjasama, untuk PANDUAN LENGKAP kami kirimkan via e-mail apa bila Anda terdaftar jadi Free Member kami, dapat hubungi kami di : uyunbusiness@gmail.com YM!: arifuyun SKYPE: arifuyun, atau inbox ke www.facebook.com/uyun.trading


    BalasHapus
  2. sangat inspiring banyak personalisasi yang kuat

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyak mas haidar dan Pak Isa :)

    BalasHapus