GARA-GARA ZAMAN EDAN
Sebagai seorang warga Negara yang terpisah jauh
dengan Ibu Pertiwi selama bertahun-tahun lamanya, jujur saya kecewa! Kecewa
pada system pemerintahan di Negara saya. Kenapa saya bisa kecewa? Karena dengan
merantau ke berbagai Negara belahan dunia, dimana mereka yang tak pernah
mengirimkan warganya untuk menjadi Domestik Helper, sejujurnya saya sangat iri.
Mungkin saya awam dalam hal politik dan kekuasaan,
tapi saya bisa melihat dan merasakan sebuah perbedaan. Bagaimana mungkin Negara
besar seperti Indonesia yang gemah ripah loh jinawi,mempunyai sumberdaya alam
dan manusia yang melimpah ruah, juga tanah yang subur makmur sehingga tanaman
apapun dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurnan diatasnya. Namun faktanya,
saya menemukan banyak sekali kemiskinan, kelaparan, jejnjang sosial yang cukup
dalam dan lebih parah lagi adalah KEBODOHAN. Dalam hati saya berkata, “Ini
bahaya! Bahaya duabelas!” satu hal yang tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Dan
harus ada perubahan serta perubahan yang menyeluruh agar Indonesia
dapatmenyusul segala ketinggalan, bangkit dari keterpurukan dan segera dapat
meraih KEMERDEKAAN dalam arti yang sebenar-benarnya.
Mungkin proklamasi telah di kumandangkan pada tahun
1945 silam. Namun selama Negara besar seperti Indonesia telah kehilangan
gaungnya, telah terpotong taringnya dan selama pemerintah masih terus
mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri tapi bukan sebagai tenaga professional,
melainkan sebagai buruh rendahan yang notabene sama dengan menundukkan kepala
atas perintah ujung jari Negara yang beruang, saya kira Indonesia belum
merdeka.
Sebagai seorang TKI, saya tau benar bagaimana
rasanya di diskriminasi. Dianggap rendah, bodoh dan kotoroleh orang-orang
berdasi. Parahnya lagi, bukan hanya di luar negeri kami diperlakukan demikian,
di dalam negeripun kami mendapatkan ketidak adilan oleh system pemerintahan
yang terkesan hanya mau menerima devisa yang kami kirimkan setiap bulan. Namun
kami di cekik dengan berbagai aturan
yang tak masuk akial, missal: potongan gaji yang terlampau tinggi. Belum lagi
saat saya menerima kabar tentang teman kami,(saya lebih suka menyebutnya
sebagai pahlawan keluarga) dimana mereka harus rela ditembaki, di hukum
pancung, di hukum cambuk dan sebagainya. Saya sangat tersakiti. Sementara
disana, dibelahan Bumi Pertiwi, para wakil rakyat sibuk berpesta demokrasi.
Demokrasi yang seperti apa? Demokrasi yang bagaimana? Kalau ujung-ujungnya
hanya memperebutkat kursi jabatan dengan tujuan memudahkan proses korupsi dan
memiskinkan Negara tercinta Indonesia.
Saya sering geram dibuatnya. Saya marah, namun juga
tak tau harus berbuat apa. Apalagi sebagai seorang ibu yang harus berjuang
dalam menopang kebutuhan keluarga, saya harus rela terpisah dengan anak saya.
Yang itu berarti, putra saya terkasih telah kehilangan kasih sayang seorang
bunda yang seharusnya ada untukmendidik dan mengantarkannya kedepan pintu
gerbang kesuksesan. Karena mereka, putra putri bangsa Indonesia, adalah
tunas-tunas yang harus terus dipupuk untuk menjadi pribadi tangguh dan
bertanggung jawab terhadan bangsa dan negaranya. Tahan godaan dari iming-iming
kenikmatan zaman edan, sehingga mereka terjebak, terjerumus masuk kedalam
lembah kesesatan yang akan menghancurkan masa depan mereka. Saya menyebutnya
sebagai penjajahan modern. Bila mengingat akan hal ini, sungguh saya merasa
telah gagal dalammengemban tugas dan amanat dari Tuhan Yang Maha Esa atas
titipan nyawa yang pernah menghuni Rahim saya Sembilan bulan lamanya.
Gara-gara zaman edan, ini semua harus terjadi. Zaman
yang membutakan mata hati para pemimpin negeri untuk lebih mencintai rakyatnya
sendiri. Tapisetelah saya membaca buku GARA-GARA INDONESIA buah karya Pak Agung
Pribadi, atas rekomendasi seorang teman, berangsur-angsur kegeraman, kebencian
dan kekecewaan saya terhadap system di Indonesia sedikit terobati. Setelah
membaca buku ini, semangat saya meletup-letup. Seperti pijar nyala api yang
kembali mengahngatkan hati nurani untuk kembali mencintai Indonesia. Betapa
sebenarnya Indonesia tak pernah bersalah dengan apa yang telah menimpa saya.
Iondonesia hanya korban keserakahan segelintir manusia yang larut dalam gonjang
ganjing zaman edan. Namun Indonesia tetaplah Indonesia yang adijaya. Dari
sanalah, Amerika kalah perang di Vietnam. Napoleon kalah perang di Eropa.
Dan gara-gara Indinesia juga, kolonialis kehilangan
puluhan Negara jajahan. Kalau tidak ada
Negara Indonesia, mungkin Amerika tidak ditemukan Colombus, mungkin malaria
lebih akan mematikan, juga mungkin dunia tidak sedamai sekarang. Cuma di
Indonesia juga, Kubilai Khan di pecundangi dan diperdaya. Cuma Indonesia yang
mengalahkan Sekutu setelah Perang Dunia II. Dan Cuma Indonesia yang bisa
membuat tandingan PBB.
Pak Agung Pribadi telah membuka mata saya. Sebagai
seorang historivator pertama di Indonesia, beliau telah berhasil merubah pola
pikir saya tentang Indonesia. Dan seketika itupula saya merasa bahwa buku ini
adalah bacaan wajib bagi seluruh pekerja migran Indonesia yang tentunya, mereka
juga merasakan hal yang samaseperti apa yang saya rasakan, yaitu kecewa. Kecewa
kepada pemerintahan yang tak pernah adil kepada masyarakat kelas bawah.
Untuk itulah saya berinisiatif mengulak buku ini
beberapa exemplar. Saya pesan kusus dengan tandatangan penulis dan saya kirim
ke Hongkong sebagai buku bacaan wajib bagi teman-teman saya sesama Buruh Migran
Indonesia. Alhamdulillah, tanggapan teman-teman di sini sangat positif. Dengan
harga hanya 42.000 saja, tapi ilmu yang kita dapat dari sana, juga pengetahuan
yang sebelumnya tak pernah diajarkan oleh sekolah kami dahulu, kini dapat kami
ketahui dengan membaca buku yang ditulis dengan Bahasa yang mudah dan ringan
sehingga tak sulit untuk dipahami dan dimengerti bahkan oleh setiap orang dari
berbagai kalangan. Sungguh saya mengucap terimakasih yang ak terhingga kepada teman
sekaligus Pak Agung Pribadi yang telah berbagi ilmu dan mengembalikan semangat
untuk kembali mencintai Indonesia, disaat kepercayaan ini mulai luntur oleh
tipu daya zaman edan.
menambah wawasan : VIDEO Ustad Yusuf Mansur silahkan klik : www.uyunpay.com - matikan musik : geser kursor ke sisi kanan atas lalu klik tanda “play/stop”.
BalasHapusUstad Yusuf Mansur memberikan peluang : “BERSAMA KITA MEMBELI INDONESIA KEMBALI”
banyak usaha / bisnis yang dapat dilakukan di rumah dan sangat sangat menguntungkan.
LANGKAH 1 setelah klik http://www.grupvsi.com/?reff=uyunpay lalu klik START, untuk masuk ke halaman pendaftaran VSI – tarik terus ke bawah seraya mempelajari, lalu klik : “TAKE ACTION GET STARTED NOW” isi data data yang benar : nama & alamat lengkap, alamat e-mail & nomor handphone aktif dan valid, lalu klik : OK, Saya Daftar Sekarang.
periksa konfirmasi di e-mail yang didaftarkan : INBOX (jika tidak ada periksa di SPAM – pindahkan ke inbox agar tidak masuk ke spam lagi) atau konfirmasi via SMS pada handphone yang didaftarkan. Ikuti perintah konfirmasi dari perusahaan tersebut, selanjutnya menjadi FREE MEMBER.
jangan lupa catat dan simpan semua data data yang diterima agar kemudian hari dapat lancar dan mudah untuk log in dan semua aktifitas di VSI, antara lain; nomor ID Mitra, PIN, user name, password, tanggal terdaftar, url (web free member, web replika dan web support) dan data lainnya.
setelah menjadi FREE MEMBER, secepatnya daftarkan menjadi ANGGOTA AKTIF agar dapat cepat meraih berbagai keuntungan dan pendapatan.
kami siap bantu dan kerjasama, untuk PANDUAN LENGKAP kami kirimkan via e-mail apa bila Anda terdaftar jadi Free Member kami, dapat hubungi kami di : uyunbusiness@gmail.com YM!: arifuyun SKYPE: arifuyun, atau inbox ke www.facebook.com/uyun.trading
TOP MARKOTOP...!!!
BalasHapussangat inspiring banyak personalisasi yang kuat
BalasHapusTerima kasih banyak mas haidar dan Pak Isa :)
BalasHapus