Minggu, 06 Juli 2014

SUARA RAKYAT TIDAK BISA DI TUKAR DENGAN APA PUN, BOSS!

Hongkong, tgl 6 July 2014. Sedari pagi, lapangan rumput Victoria Park yang biasanya hanya di datangi sebagai tempat liburan, tempat janjian bertemu dengan teman senasip sepenanggungan, kali ini penuh sesak oleh para BMI yang hendak mengikuti pesta demokrasi.

Mungkin karena mereka melihat ada wajah baru, semangat baru serta gelora yang mengusung sebuah perubahan besar bagi bangsa Indonesia, para BMI Hongkong sangat antusias dalam mengikuti pemilihan umum Presiden RI kali ini.

Ada 2 pilihan yang di tawarkan pihak panitia dalam mengikuti pencoblosan. Ada yang via pos ada pula yang datang langsung ke TPS. Tapi, nyatanya banyak yang menginginkan lewat pos namun ternyata yang di kirim bukan surat suara melainkan surat undangan untuk datang langsung ke TPS. Bahkan, banyak juga diantara mereka yang tak mendapat surat pilihan via pos atau pun undangan langsung. Namun demikian, itu semua tak menyurutkan semangat pemilih untuk mengantri di bawah hujan dan terik matahari, bahkan di bulan puasa.

Saya sendiri hadir di sana sampai jam 2.00 sore hari. Dan melihat begitu panjangnya antrian, saya rasa tak mungkin pemilu ini akan selesai pada pukul 5.00 sore hari. Ditambah lagi, kurangnya persiapan dari panitia dalam mengantisipasi pembludakan pemilih. Missal, tadi saya ketahui Cuma ada 1 komputer di TPS 10. Sehingga antrian berjalan begitu lambat.

Saya, yang orang awam saja sudah dapat mengira kalau pesta ini tidak akan usai tepat pada pukul 5.00. Tapi kenapa dari pihak panitia tidak ada langkah untuk mengantisipasi kekurangan waktu dalam memilih. Hingga kejadian itu benar-benar terjadi. Tepat pada pukul 5 sore hari, ketika panitia hendak menutup pagar dan menyatakan pemilu sudah berakhir dengan alasan waktu sudah habis.

Meskipun saya pribadi sudah berhasil menggunakan hak pilih saya, jujur saja saya tetap merasa kecewa dengan kegagalan panitia pemilu kali ini. Sekian tahun lamanya kami, rakyat jelata ini telah bosan, muak dengan lakon pemerintahan yang itu-itu saja, hingga banyak diantara kami memilih GOLPUT. Tapi kini, ketika semangat itu hadir mengaliri jiwa raga dan darah kami, lagi-lagi suara kami harus dibungkam diam, menjadi sesuatu yang dikalahkan, diremehkan, dianggap sebagai suara-suara yang tak penting. Hingga kami merasa di paksa untuk golput kembali. Adilkah ini?

Suara 1500 TKI Hongkong yang pada hari ini merindukan kotaknya. Jeritan-jeritan hati para TKI yang ingin perubahan besar pada bangsanya, harus rela diam meskipun debar dalam dada memberontak kepada system yang ada.

Saya pribadi, berharap panitia pemilu dapat menyelesaikan kasus ini. Suara rakyat tidak bisa terganti. Harus di cari solusi atas kegagalan  hari ini. Karena pada dasarnya, anda ada memang untuk bekerja melayani kami. Rakyat, yang memegang kedaulatan tertinggi di bumi pertiwi. Entah pakai jasa Pos. Entah diadakan pemilu lagi, yang pasti kami ingin jatah surat suara kami dapat kami miliki.

Kepercayaan terhadap pemerintahan yang mulai tumbuh dan berkembang ini, jangan sampai terpupus lagi! Kami, rakyat jelata juga berhak menentukan masa depan bangsa dan Negara yang kami cintai.

Salam Indonesia hebat.


1 komentar:

  1. JIKA ANDA INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL HBG AKI JAYA DI NMR : (082-333-390-858) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB SEPERTI KAMI SUDAH 3X TERBUKTI TRIM’S...

    BalasHapus