Jumat, 10 Juni 2016

RAMADHAN, JALAN-JALAN dan TAKJILAN




Yuhuu... Ramadhan sudah datang! Saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ya... (maaf telat) #nyengir_kuda. 

Saat Ramadhan, adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Bulan suci yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Daann... di Blitar ini, saat Ramadhan, akan dibuka basar takjilan di pusat kota, loh! Yuk, kita intip bagaimana serunya basar takjilan kali ini. 

Mulai dari perempatan apotik Lovi atau depan Telkom Blitar ke arah selatan sampai Bank BRI, mulai jam 4 sore, ruas jalan merdeka sebelah selatan itu, akan berubah menjadi pasar dadakan. Yang artinya, pasar tersebut akan bubar setelah magrib berkumandang. Setiap hari selama bulan Ramadhan, para penjaja makanan akan mempunyai jam sibuk melayani para pengunjung yang ngabuburit sambil cuci mata juga milang-miling kira-kira menu apa ya, yang cocok untuk berbuka puasa nanti.

Sore tadi, saya berkesempatan untuk memotret langsung bagaimana seru dan ramainya pasar takjilan itu. Waw! Menunya lengkap, loh! Ada ikan asap bumbu kuning, ayam, pepes, nasi bakar, sate tahu, cilot, bakso, es buah, puding, roti, es degan dan masih banyak lagi makanan yang membuat saya, ehem.. maaf, menelan ludah. Ups!



Asli keren, basar takjilan itu. Karena, penjualnya bukan hanya ibu-ibu dan bapak-bapak, tapi juga banyak pemuda-pemudi yang tanpa canggung dan malu menjajakan dagangannya. “Es buah, Buukk.. Enak, enaakkk...!” begiti teriaknya.  Wah, keren! Dalam hati aku salut juga sama mereka. Masih muda, usia belasan tahun, ganteng, sopan, tapi tidak malu untuk berjualan di pinggir jalan. Maka, kuminta mereka untuk berpose dan, klik! Ini nih, foto mereka. Mak nyus, bukan?



 Di antara deretan menu yang super menggiurkan tadi, saya menemukan makanan kesukaan di waktu kecil. Yaitu: pisang rebus! Seorang ibu-ibu yang sangat ramah, dengan menggunakan sepeda unta, entah dari mana asalnya, datang jauh-jauh demi meramaikan basar takjilan itu. Saya pun tak mau kehilangan moment istimewa tersebut. Dan, hanya dengan sepuluh ribu rupiah saja, saya sudah membawa sekantong pisang rebus yang cukup untuk kami nikmati sekeluarga. 



Blitar memang kota kecil yang ramah dan bersahaja. Itu tercermin dari para pedagangnya yang selalu tersenyum kepada para pelanggan. Blitar juga terkenal dengan kulinernya yang murah dan enak. Saat pulang, seorang polisi dengan ramah membantu saya menyeberang jalan. Karena memang, setiap sore, ruas jalan itu akan menjadi ruas jalan terpadat di kota Blitar.

Asiknya lagi, basar takjilan itu diadakan tak jauh dari alun-alun kota. Hanya 100M jauhnya. Jadi, setelah berbelanja makanan untuk berbuka, kita bisa jalan-jalan ke alun-alun sambil mendengarkan ceramah menjelang Magrib dari Masjid Agung. Kalau kita membawa anak kecil, anak-anak bisa berlarian di dalam alun-alun kota Blitar yang asri dan bersih. 

Tapi, basar takjilan hanya ada saat bulan Ramadhan saja. Kalau di hari biasa, ruas jalan itu hanya berfungsi sebagai jalan tembus ke pasar besar atau ke Kediri. Padahal, asik dan pasti seru kalau kita bisa menikati jajanan dan masakan  itu setiap hari. Hihihi..

Bagi teman-teman dari luar daerah yang ingin berkunjung dan menikmati masakan khas kota Blitar ini, gampang banget kok nyarinya. Langsung aja ke jalan Merdeka atau tanya Telkom Blitar, pasti semua tahu. Jangan lupa selfie, ya.. dan tag juga #kulinerKotaBlitar agar teman-teman lain, juga tertarik dan ngabuburit di kota Blitar Patria. See, ya!

2 komentar: