Yuhuu... Ramadhan sudah datang! Saya
ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ya... (maaf telat) #nyengir_kuda.
Saat Ramadhan, adalah saat yang
ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Bulan suci yang penuh berkah dan ampunan dari
Allah SWT. Daann... di Blitar ini, saat Ramadhan, akan dibuka basar takjilan di
pusat kota, loh! Yuk, kita intip bagaimana serunya basar takjilan kali ini.
Mulai dari perempatan apotik Lovi
atau depan Telkom Blitar ke arah selatan sampai Bank BRI, mulai jam 4 sore,
ruas jalan merdeka sebelah selatan itu, akan berubah menjadi pasar dadakan. Yang
artinya, pasar tersebut akan bubar setelah magrib berkumandang. Setiap hari
selama bulan Ramadhan, para penjaja makanan akan mempunyai jam sibuk melayani
para pengunjung yang ngabuburit sambil cuci mata juga milang-miling kira-kira menu apa ya, yang cocok untuk berbuka puasa
nanti.
Sore tadi, saya berkesempatan
untuk memotret langsung bagaimana seru dan ramainya pasar takjilan itu. Waw! Menunya
lengkap, loh! Ada ikan asap bumbu kuning, ayam, pepes, nasi bakar, sate tahu,
cilot, bakso, es buah, puding, roti, es degan dan masih banyak lagi makanan yang
membuat saya, ehem.. maaf, menelan ludah. Ups!
Asli keren, basar takjilan itu. Karena,
penjualnya bukan hanya ibu-ibu dan bapak-bapak, tapi juga banyak pemuda-pemudi
yang tanpa canggung dan malu menjajakan dagangannya. “Es buah, Buukk.. Enak,
enaakkk...!” begiti teriaknya. Wah,
keren! Dalam hati aku salut juga sama mereka. Masih muda, usia belasan tahun,
ganteng, sopan, tapi tidak malu untuk berjualan di pinggir jalan. Maka, kuminta
mereka untuk berpose dan, klik! Ini nih, foto mereka. Mak nyus, bukan?
Di antara deretan menu yang super
menggiurkan tadi, saya menemukan makanan kesukaan di waktu kecil. Yaitu: pisang
rebus! Seorang ibu-ibu yang sangat ramah, dengan menggunakan sepeda unta, entah
dari mana asalnya, datang jauh-jauh demi meramaikan basar takjilan itu. Saya pun
tak mau kehilangan moment istimewa tersebut. Dan, hanya dengan sepuluh ribu
rupiah saja, saya sudah membawa sekantong pisang rebus yang cukup untuk kami
nikmati sekeluarga.
Blitar memang kota kecil yang
ramah dan bersahaja. Itu tercermin dari para pedagangnya yang selalu tersenyum
kepada para pelanggan. Blitar juga terkenal dengan kulinernya yang murah dan
enak. Saat pulang, seorang polisi dengan ramah membantu saya menyeberang jalan.
Karena memang, setiap sore, ruas jalan itu akan menjadi ruas jalan terpadat di
kota Blitar.
Asiknya lagi, basar takjilan itu
diadakan tak jauh dari alun-alun kota. Hanya 100M jauhnya. Jadi, setelah
berbelanja makanan untuk berbuka, kita bisa jalan-jalan ke alun-alun sambil
mendengarkan ceramah menjelang Magrib dari Masjid Agung. Kalau kita membawa
anak kecil, anak-anak bisa berlarian di dalam alun-alun kota Blitar yang asri
dan bersih.
Tapi, basar takjilan hanya ada
saat bulan Ramadhan saja. Kalau di hari biasa, ruas jalan itu hanya berfungsi
sebagai jalan tembus ke pasar besar atau ke Kediri. Padahal, asik dan pasti
seru kalau kita bisa menikati jajanan dan masakan itu setiap hari. Hihihi..
Bagi teman-teman dari luar daerah
yang ingin berkunjung dan menikmati masakan khas kota Blitar ini, gampang
banget kok nyarinya. Langsung aja ke jalan Merdeka atau tanya Telkom Blitar,
pasti semua tahu. Jangan lupa selfie, ya.. dan tag juga #kulinerKotaBlitar agar
teman-teman lain, juga tertarik dan ngabuburit di kota Blitar Patria. See, ya!
Wah bisa jadi referensi kalo puasa pulang kampung tahun depan.
BalasHapusIya, seru banget nget nget
Hapus