Minggu, 12 Juni 2016

MALAM MINGGU? KERONCONGAN DI CAFE VIP, AJA!








Sekitar pukul delapan malam tadi, iseng-iseng aku jalan-jalan ke pusat kota Blitar. Melintasi jalan Merdeka. Eh, aku mendengar alunan musik keroncong merdu banget. Lalu mataku menangkap sekelompok pemain musik yang sedang tampil di trotoar di depan cafe VIP Blitar. Walah, dasar penggila musik keroncong, aku pun berhenti dan minta ijin untuk memotret mereka. 

Dalam hati aku berkata, keren nih grup keroncong yang manggung di trotoar kayak gini. Seperti kesenian jalanan yang sering aku lihat di TV. Lalu, aku beranikan diri untuk menemui ownernya dan melakukan sedikit wawancara.

Namanua Mas Eko. Pengusaha cafe yang masih sangat muda dan sangat iniovatif dalam mengelola usahanya. Duduk dengan jaket merah dan topi ala-ala penyanyi Anak Singkong, super deh pokoknya. Pembawaannya yang santai dan ramah, membuat obrolan pertama kami malam tadi mengalir asik. Dan lebih asik lagi, ketika Mas Eko menyuguhkan minuman dingin dengan rasa green tea. Jadi deh dobel-dobel asiknya, hehe.

Mas Tony bertutur bahwa cafe VIP sudah berjalan selama 3 tahun. Berada di tengah kota dan tempat yang strategis, membuat cafe VIP ini berhasil menghipnotis pengunjung untuk duduk berlama-lama di sana. Apalagi dengan suguhan aneka menu yang enak bangeetttt dan pas di kantong, juga layanan free wifi-nya yang anti lelet, menambah kenyamanan dalam berkongkow ria bersama teman-teman.
Satu hal yang sangat menarik dari cafe VIP ini adalah, desaign interiornya sangat artistik. Juga model cafe yang terbuka, sehingga pengunjung dapat dengan leluasa melihat lalu lalang kendaraan yang lewat di jalan utama kota Blitar Patria. Asli kereennn...!!

Nah, mulai deh aku bertanya soal grup keroncong yang terdiri dari anak-anak muda kreatif yang sedang unjuk kebolehan di hadapan kami. Mas Eko bilang, pada awalnya mereka adalah anak-anak jalanan yang bisa main musik dan senang berkesenian. Kamudian, anak-anak jalanan itu membentuk satu grup musik yang akhirnya disupport oleh Mas Eko, diberikan tempat dan kesempatan untuk bermain setiap malam minggu. Oh! Aku terharu. Anak-anak muda Indonesia yang belajar musik dan berkesenian secara otodidak dan benar-benar dilahirkan oleh keadaan. Juga permainannya itu, sungguh! hmm... luar biasa!

Aku bertanya apa nama grup musik itu dan Mas Eko, sambil tersenyum menjawabnya, ‘OJO DUMEH’. Kalian tahu kan, arti kata ojo dumeh? Benar, artinya adalah, jangan sok! Jadi nama grup musik itu sekaligus mengingatkan kita agar ojo dumeh jadi orang. Jangan sok. Jangan sombong. Karena hidup itu misteri. Hidup adalah teka-teki Illahi. Sama sekali tak bisa diramal dan diprediksi. Seperti mereka kelompok musik yang terlahir hadir dari anak jalanan itu, siapa sangka dapat memainkan musik dengan komposisi yang pas banget? Semua tentu juga karena ada campur tangan Tuhan, kan? Jadi memang kata ‘OJO DUMEH’ menjadi alarm agar kita manusia lebih  mawas diri dan intropeksi diri, jangan-jangan selama ini kita sudah terlalu besar kepala dengan segala pencapaian yang sudah kita raih?!

Di akhir perjumpaan malam tadi, aku juga berkesempatan untuk menyanyikan dua buah lagu keroncong berjudul Sepasang Matabola dan Surat Undangan. Ah, menyanyikan lagu kenangan itu benar-benar membawaku memasuki ruang waktu masa lalu ketika aku masih aktif menyanyi di kotamadya Blitar. Jadi timbul lagi semangat untuk berkesenian, agar tak lekang di telan zaman. 

Pada kesempatan itu, aku juga memberi usulan soal menyoal bagaimana bila selain musik keroncong, cafe VIP juga mensupport seni teater jalanan. Barangkali bisa bergantian untuk tampil di atas trotoar di depan cave VIP menghibur para pengunjung yang rajin bertepuk tangan. Sayangnya, di Blitar ini belum ada komunitas teater yang mengajukan proposal. Nah, pembaca yang budiman, setelah membaca artikel ini, apakah kalian setuju kalau kita membuat grup teater jalanan dari kota Blitar? Ayo.. siapa yang mau gabung???



7 komentar:

  1. Soal ex anak jalanan yg perform ini sy jadi inget pada 57coustic dr Bandung. Mereka bisa tampil di Java Jazz Festival bareng Dave Koz gara2 video youtube mereka yg sdg memainkan salah satu lagu Dave Koz dilihat oleh ybs. Saat Koz manggung di JJF anak2 jalanan ini diajak serta. Luar biasa deh. Sampai skrg sy bolak balik liat di youtube saat mereka tampil bareng Dave Koz, salah satu pemain saxophone favoritku mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini keren banget. Ok, nanti aku sampaikan ke mereka untuk bikin youtube. Trims sudah mampir ya say..

      Hapus
  2. Idenya brilian banget untuk bikin grup teater jalanan dari kota Blitar☺

    BalasHapus
  3. Ayuk mbak kapan?, aq mung iso nembang lawas tok...

    BalasHapus
  4. Ayuk mbak kapan?, aq mung iso nembang lawas tok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam Minggu ya Pak. Di cave VIP. Tak tunggu. Pokoknya gayeng tenan.

      Hapus