Sekitar
pukul delapan malam tadi, iseng-iseng aku jalan-jalan ke pusat kota Blitar. Melintasi
jalan Merdeka. Eh, aku mendengar alunan musik keroncong merdu banget. Lalu mataku
menangkap sekelompok pemain musik yang sedang tampil di trotoar di depan cafe
VIP Blitar. Walah, dasar penggila musik keroncong, aku pun berhenti dan minta
ijin untuk memotret mereka.
Dalam
hati aku berkata, keren nih grup keroncong yang manggung di trotoar kayak gini.
Seperti kesenian jalanan yang sering aku lihat di TV. Lalu, aku beranikan diri
untuk menemui ownernya dan melakukan sedikit wawancara.
Namanua
Mas Eko. Pengusaha cafe yang masih sangat muda dan sangat iniovatif dalam
mengelola usahanya. Duduk dengan jaket merah dan topi ala-ala penyanyi Anak
Singkong, super deh pokoknya. Pembawaannya yang santai dan ramah, membuat
obrolan pertama kami malam tadi mengalir asik. Dan lebih asik lagi, ketika Mas Eko menyuguhkan minuman dingin dengan rasa green tea. Jadi deh dobel-dobel
asiknya, hehe.
Mas
Tony bertutur bahwa cafe VIP sudah berjalan selama 3 tahun. Berada di tengah
kota dan tempat yang strategis, membuat cafe VIP ini berhasil menghipnotis
pengunjung untuk duduk berlama-lama di sana. Apalagi dengan suguhan aneka menu
yang enak bangeetttt dan pas di kantong, juga layanan free wifi-nya yang anti
lelet, menambah kenyamanan dalam berkongkow ria bersama teman-teman.
Satu
hal yang sangat menarik dari cafe VIP ini adalah, desaign interiornya sangat
artistik. Juga model cafe yang terbuka, sehingga pengunjung dapat dengan
leluasa melihat lalu lalang kendaraan yang lewat di jalan utama kota Blitar
Patria. Asli kereennn...!!
Nah,
mulai deh aku bertanya soal grup keroncong yang terdiri dari anak-anak muda
kreatif yang sedang unjuk kebolehan di hadapan kami. Mas Eko bilang, pada
awalnya mereka adalah anak-anak jalanan yang bisa main musik dan senang berkesenian.
Kamudian, anak-anak jalanan itu membentuk satu grup musik yang akhirnya disupport oleh Mas Eko, diberikan tempat dan kesempatan untuk bermain setiap
malam minggu. Oh! Aku terharu. Anak-anak muda Indonesia yang belajar musik dan
berkesenian secara otodidak dan benar-benar dilahirkan oleh keadaan. Juga permainannya
itu, sungguh! hmm... luar biasa!
Aku
bertanya apa nama grup musik itu dan Mas Eko, sambil tersenyum menjawabnya, ‘OJO
DUMEH’. Kalian tahu kan, arti kata ojo dumeh? Benar, artinya adalah, jangan
sok! Jadi nama grup musik itu sekaligus mengingatkan kita agar ojo dumeh jadi
orang. Jangan sok. Jangan sombong. Karena hidup itu misteri. Hidup adalah
teka-teki Illahi. Sama sekali tak bisa diramal dan diprediksi. Seperti mereka
kelompok musik yang terlahir hadir dari anak jalanan itu, siapa sangka dapat
memainkan musik dengan komposisi yang pas banget? Semua tentu juga karena ada
campur tangan Tuhan, kan? Jadi memang kata ‘OJO DUMEH’ menjadi alarm agar kita
manusia lebih mawas diri dan intropeksi
diri, jangan-jangan selama ini kita sudah terlalu besar kepala dengan segala pencapaian
yang sudah kita raih?!
Di
akhir perjumpaan malam tadi, aku juga berkesempatan untuk menyanyikan dua buah
lagu keroncong berjudul Sepasang Matabola dan Surat Undangan. Ah, menyanyikan
lagu kenangan itu benar-benar membawaku memasuki ruang waktu masa lalu ketika
aku masih aktif menyanyi di kotamadya Blitar. Jadi timbul lagi semangat untuk
berkesenian, agar tak lekang di telan zaman.
Pada
kesempatan itu, aku juga memberi usulan soal menyoal bagaimana bila selain
musik keroncong, cafe VIP juga mensupport seni teater jalanan. Barangkali bisa
bergantian untuk tampil di atas trotoar di depan cave VIP menghibur para pengunjung
yang rajin bertepuk tangan. Sayangnya, di Blitar ini belum ada komunitas teater
yang mengajukan proposal. Nah, pembaca yang budiman, setelah membaca artikel
ini, apakah kalian setuju kalau kita membuat grup teater jalanan dari kota
Blitar? Ayo.. siapa yang mau gabung???
Soal ex anak jalanan yg perform ini sy jadi inget pada 57coustic dr Bandung. Mereka bisa tampil di Java Jazz Festival bareng Dave Koz gara2 video youtube mereka yg sdg memainkan salah satu lagu Dave Koz dilihat oleh ybs. Saat Koz manggung di JJF anak2 jalanan ini diajak serta. Luar biasa deh. Sampai skrg sy bolak balik liat di youtube saat mereka tampil bareng Dave Koz, salah satu pemain saxophone favoritku mba :)
BalasHapusWah ini keren banget. Ok, nanti aku sampaikan ke mereka untuk bikin youtube. Trims sudah mampir ya say..
HapusIdenya brilian banget untuk bikin grup teater jalanan dari kota Blitar☺
BalasHapusAyuk di laksanakan
HapusAyuk mbak kapan?, aq mung iso nembang lawas tok...
BalasHapusAyuk mbak kapan?, aq mung iso nembang lawas tok...
BalasHapusMalam Minggu ya Pak. Di cave VIP. Tak tunggu. Pokoknya gayeng tenan.
Hapus